Senin, 28 September 2015

MEMADUKAN SISTEM PONDOK SALAF (TRADISIONAL) DENGAN SISTEM PONDOK MODERN


Dunia pendidikan islam di Indonesia kini sudah semakin berfariatif, khususnya bidang kepesantrenan. Berbagai sistem dengan beragam fokus yang berbeda beda kian bermunculan. Mulai dari pondok yang berfokus terhadap bahasa asing, tahfidz quran, dakwah, qiroat, dan lain-lain. Tetapi tentunya tidak menafikan pendidikan agama yang menjadi substansi utama dalam dunia kepesantrenan.
Yang menjadi kekhawatiran di masa kini adalah bermunculannya pondok-pondok yang terlalu “terobsesi” degan “ciri khas” kepondokkannya dan melupakan pentingnya inti dari sebuah pondok pesantren. Sungguh mengkhawatirkan jika ternyata seorang lulusan pesantren yang begitu mahir dan fasih dam berbicara di khalayak banyak tetapi keilmuan yang ia miliki belum begitu memadai. Mungkin dia akan menjadi seorang penceramah besar. Sungguh memprihaitinkan bukan, karena dakwah itu bukan sekedar berbicara tapi juga harus di dukung dengan keilmuan yang mumpuni. Dan sungguh miris ketika ada seorang lulusan pesantren yang begitu lancarberbicara bahasa arab tetapikurang begitu faham dengan kaidah-kaidah agama. Mungkin dia akan mengartikan al-quran melalui teks nya saja secarad zohir. Sedangkan kita tahu bahwa Al-Quran tak bisa hanya dipandang sebagai bacaan saja meskipun secara bahasa memang artinya bacaan.
Dari perspektif lain, tak bisa dipungkiri bahwa skil dalam (misal) berbahasa asing, berpidato, ber-qiroat, bahkan menguasai IPTEK memiliki peranan penting dalam perkembangan islam dari masake masa. Tetapi penulis disini berbicara tentang pesantren bukan “tempat les”. Karena jika tujuan seorang calon santri ke pesantren Cuma ingin mahir (missal) berbahasa asing atau ber-orasi, kenapa tidak masuk tempat les saja atau mengikuti pelatihan-pelatihan yang umum dilaksanakan.Toh kenyataannya banyak pula ko santri jebolan pesantren bahasa tetapi ternyata bahasa dia pun masih kurang.

Intinya, penulis disini lebih mengedepankan substansi utama dari istilah pesantrenya itu sendiri, yaitu ilmu agama

0 komentar:

Posting Komentar